Jumat, 18 Juni 2010

Menyongsong Gorontalo Maju Dengan “Habibienomics”



Oleh :
Ali Mobiliu, Warga Kota Gorontalo

Berbagai ide dan gagasan Rusli Habibie membangun Gorontalo merupakan ruh dan spirit untuk meraih lompatan-lompatan kemajuan Gorontalo kedepan melalui konsep “Habibienomics. Habibie berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah mengandung arti kekasih. Dalam perspektif Islam, Umat Manusia dianjurkan beribadah dan bermuamalah agar meraih predikat Habibullah (Kekasih Allah). Dengan demikian, Habibienomics mengandung filosofi sebagai konsep ekonomi yang memiliki ruh menjunjung tinggi nilai-nilai Illahiah guna mewujudkan tatanan masyarakat Gorontalo yang adil, sejahtera, beradab, diridhai dan diberkahi.


Mengamati Kondisi Ekonomi Provinsi Gorontalo pasca Fadel Muhammad saat ini yang kian menurun, dimana angka kemiskinan yang terus meningkat, angka pengangguran yang terus membengkak, daya beli mayarakat yang kian merosot, pembangunan infrastruktur yang tidak signifikan, program unggulan yang berjalan di tempat, maka moment Pilgub pada akhir tahun 2011 mendatang merupakan saat yang tepat untuk melakukan perubahan kepemimpinan di Provinsi Gorontalo.
Dari berbagai pengamatan, analisa dan kajian ekonom lokal Gorontalo di peroleh kesimpulan bahwa pasca Fadel Muhammad, ekonomi Gorontalo mengalami penurunan yang sangat merosot. Seperti yang pernah dirilis salah satu media lokal beberapa waktu lalu bahwa Gorontalo saat ini merupakan Provinsi termiskin di Sulawesi. Hal ini diperkuat lagi oleh pernyataan Direktur Bank Indonesia di Gorontalo yang juga mengakui bahwa Ekonomi Gorontalo dalam satu tahun terakhir ini menurun drastis. Masyarakat di semua tingkatan banyak yang terpaksa harus melakukan penarikan uang tabungan mereka di perbankan karena sumber-sumber pendapatan menurun. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan, masyarakat Gorontalo harus bangkit dengan mencari dan memberi amanah kepada sosok Gubernur alternatif yang mumpuni dan memiliki konsep pembangunan yang jelas.
Kepemimpinan yang dibutuhkan Gorontalo adalah pemimpin yang kaya ide, gagasan dan memiliki konsep membangun Gorontalo yang bermartabat, memiliki inovasi, memiliki jaringan ke elit pengambil kebijakan di tingkat pusat, jujur, amanah dan mampu berkarya nyata dan bukan berkarya kata.
Kriteria Gubernur yang dibutuhkan tersebut diatas sejauh ini baru nampak dari sosok Drs. H. Rusli Habibie yang juga Ketua DPD I Golkar Provinsi Gorontalo yang berani tampil mengungkap berbagai kiat, strategi dan konsepnya membangun Gorontalo kedepan. Tidak berlebihan jika berbagai ide dan gagasan Rusli Habibie membangun Gorontalo yang maju tersebut sebagai sebuah konsep “Habibienomics”.
Konsep Habibienomics merupakan sebuah strategi jitu yang telah secara vulgar diungkap dan bakal direalisasikan secara sungguh-sungguh oleh sosok Ketua DPD I Golkar Provinsi Gorontalo ini jika dipercaya oleh rakyat menjadi orang nomor satu di daerah ini.
Konsep Habibienomics sejauh ini sangat relevan mengingat kondisi Gorontalo yang memiliki potensi melimpah yang pada era kepemimpinan Fadel Muhammad dikenal sebagai The Hidden Paradise. Dalam kondisi seperti ini Provinsi Gorontalo dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang masih membutuhkan intervensi modal dan arus investasi yang sangat besar dari luar Gorontalo untuk menggerakkan, mengembangkan dan memberdayakan segala potensi yang ada bagi kemaslahatan masyarakat.
Disisi lain keberanian Rusli Habibie yang jauh-jauh hari sudah menyatakan maju pada pertarungan Pilgub mendatang mengindikasikan bahwa sosok ini benar - benar merupakan politisi yang memiliki karakter sebagai petarung sejati. Tipe pemimpin dan politisi seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan Gorontalo yakni berani, jujur dan memiliki karakteristik sebagai pemimpin yang elegan.
Hal ini berbeda dengan pemimpin yang “malu-malu Kucing”, tipe pemimpin seperti ini memiliki karakter yang beresiko. Di kalangan anak muda, tipe seperti ini dikenal sebagai “Jaim” jaga image karena ada faktor lain, tapi jika faktor lain itu enyah dihadapannya, ia tampil seperti kuda liar, milik orang lain pun di-embat.
Secara psikologis, sikap berani pertanda mampu. Dalam konteks ini, tokoh yang tidak berani secara vulgar menyatakan maju pada pilgub pertanda “tidak mampu”. Tipe politisi yang tidak mampu, malu-malu, diam dan jaim namun tetap memiliki niat untuk maju pertanda ambisius.
Tidak heran jika Rusli Habibie saat ini boleh disebut merupakan tokoh fenomenal menjelang Pilgub 2011. Hal ini terjadi, karena ia merupakan satu-satunya tokoh yang tidak hanya berani tapi juga sudah mulai memunculkan berbagai ide, konsep dan kiat-kiat membangun Gorontalo yang maju dan sejahtera. Rusli Habibie misalnya sudah menggagas pembangunan Bendungan Raksasa Dumbaya Bulan yang mampu mengairi sawah dari Bone Bolango hingga Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo, ia juga sudah mewacanakan bagaimana menyelamatkan danau Limboto dan menyulap danau legendaris tersebut agar memiliki nilai tambah (value added) bagi masyarakat, Rusli Habibie juga sudah menggagas bagaimana menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui konsep pembangunan yang bersinergi, relevan dan partispatif, ia pun telah mulai merintis pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga puluhan tahun lamanya. Juga, jebolan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung ini pada realitasnya telah mampu meyakinkan pemerintah pusat mewujudkan pembangunan akses jalan Tolinggula-Marisa Kabupaten Pohuwato, Rusli Habibie juga sudah memaparkan bagaimana pengembangan potensi kawasan kedepan meliputi sektor industri, pertanian, perkebunan, pendidikan, pariwisata, kebudayaan. Bupati Gorontalo Utara ini juga sudah menggagas bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi Gorontalo, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat secara merata dan berkeadilan. Rusli Habibie juga ternyata telah memiliki konsep yang jelas untuk memberdayakan potensi SDM, pembenahan sistem birokrasi dan pelayanan aparat pemerintah bagi tumbuhnya angka partisipasi masyarakat. Rusli Habibie juga sudah memaparkan strategi pengembangan potensi ekonomi regional untuk kemajuan Gorontalo, Rusli Habibie juga sudah mengumbar secara jelas bagaimana meningkatkan derajat ekonomi masyarakat, mencipatakan kesempatan berusaha bagi masyarakat.
Berbagai ide dan gagasan Rusli Habibie membangun Gorontalo merupakan ruh dan spirit untuk meraih lompatan-lompatan kemajuan Gorontalo kedepan melalui konsep “Habibienomic”. Jika konsep dan strategi Habibienomics ini terwujud maka masyarakat Gorontalo dalam lima tahun kedepan tidak perlu Gusar karena diyakni akan meraih optimisme dan masa depan yang penuh berkah.
Habibie berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah mengandung arti kekasih. Tidak heran jika dalam perspektif Islam Umat Manusia harus meraih predikat Habibullah (Kekasih Allah). Dalam konteks ini Habibienomics mengandung filosofi sebagai konsep ekonomi yang memiliki ruh keadilan, kedamaian, jujur, amanah dan menjunjung tinggi nilai-nilai Illahiah sehingga tatanan masyarakat Gorontalo kedepan mencerminkan sebagai umat yang terkasih dan diberkahi. Pendekatan secara harfiah ini penting sebagai identifikasi dan penamaan konsep membangun Gorontalo versi Rusli Habibie. Bagaimanapun nama adalah doa. Insya Allah. (AM)

Sabtu, 15 Mei 2010

SELAMATKAN GORONTALO


Bukan untuk mengajak rakyat Gorontalo bersikap apriori terhadap kemampuan Gusnar Ismail memimpin Gorontalo untuk lima tahun mendatang yakni 2012 hingga 2017, tapi tulisan ini diharapkan akan menjadi referensi bagi masyarakat Gorontalo untuk menentukan pemimpin pada Pilgub 2011 mendatang. Dalam dua tahun kedepan saja, yakni hingga akhir tahun 2011 kita tidak bisa berharap banyak bahwa Gorontalo dalam rentang waktu tersebut mengalami kemajuan dan lompatan-lompatan pembangunan yang signifikan.

Hal ini merupakan ungkapan realistis, apalagi jika melihat kinerja Gusnar Ismail dalam 100 hari pemerintahannya sejak menggantikan posisi Fadel Muhammad sebagai Gubernur Gorontalo, hampir tidak ada hal baru, gagasan baru dan karya baru yang bisa ia persembahkan bagi pemerintahannya. hanya ada 3 hal penting yang sejauh ini bisa dilakukannya, itu pun belum tuntas dan masih dalam tahap perjuangan, yakni perjuangan embarkasi haji dan penyelesaian pembangunan PLTU Anggrek serta kegiatan seremonial berupa bantuan untuk mesjid-mesjid. Yang paling menonjol adalah baliho-baliho Gusnar Ismail yang bertebaran di seantero Gorontalo. Konon menurut informasi, baliho-baliho tersebut biayanya dibebankan kepada SKPD-SKPD yang tentu mengorbankan kepentingan rakyat. Informasi ini perlu dipertanyakan dan ditelusuri kebenarannya, karena meski dalam baliho tersebut terdapat iklan layanan masyarakat, namun sangat jelas ada unsur rekayasa di dalamnya, yakni ada kesan Gusnar Ismail sangat jelas memanfaatkan moment layanan iklan masyarakat untuk sektor-sektor tertentu demi kepentingan politik menuju Pilgub 2011.

Terdapat beberapa catatan yang patut dan layak diungkap selama Pemerintahan Gusnar Ismail berlangsung yang luput dari perhatian masyarakat. catatan pertama, Tidak ada gagasan baru, ide baru dan karya baru yang prospektif muncul ke permukaan. Gusnar Ismail dan SKPD-SKPD yang ada seakan terjebak pada rutinitas pemerintahan tanpa ada gebrakan baru yang mampu melahirkan optimisme Gorontalo yang maju kedepan, yang paling memprihatinkan lagi kinerja SKPD ternyata memiliki nilai rapor merah seperti yang diberitakan salah satu media harian di Gorontalo belum lama ini. Catatan Kedua, Program Unggulan di bidang Pertanian dengan entri point Jagung, SDM dan sektor Perikanan semenjak Fadel meninggalkan Gorontalo tidak bergerak secara signifikan. Artinya, pembangunan di Gorontalo saat ini tidak lagi memiliki fokus yang jelas,semua program berjalan seadanya seperti suguhan gado-gado yang rasanya beraroma politis sehingga tidak memiliki nilai tambah bagi masa depan Gorontalo. Tidak heran, jika musim kemarau lalu saja, harga jagung menurun drastis. Semestinya di musim kemarau dengan kondisi gagal panen harga jagung melonjak , di Gorontalo justru menurun. tidak heran pula jika meski musim penghujan telah tiba , namun petani jagung tidak lagi memiliki motivasi yang kuat untuk menanam komoditas ini. Demikian juga dengan pengembangan SDM dan pembangunan sektoir Perikanan hampir tidak ada gebrakan yang bisa membuat optimisme rakyat Gorontalo kecuali proyek lanjutan yang dirintis oleh Fadel Muhammad ketika masih menjabat Gubernur. Ikon Gorontalo sebagai Provinsi Inovasi pun akhirnya meredup ditelan hiruk pikuk ambisi meraih kekuasaan pada Pilgub akhir tahun 2011 mendatang.

Masyarakat Gorontalo saat ini hampir tidak merasakan dampak apapun terhadap program dan masa depannya kecuali hanya bisa menikmati suguhan baliho-baliho MARI LANJUTKAN PEMBANGUNAN, sementara angka orang miskin kian meningkat, angka pengangguran terus membengkak, daya beli masyarakat semakin menurun. Apakah semua gejala itu harus dilanjutkan?...tentu tidak..kita harus berani mengatakan TIDAK, kita harus berani melawan ketidak beresan, bagaimana mungkin pemerintahan yang miskin inovasi harus dilanjutkan.

Dalam dua tahun kedepan yakni hingga pemerintahan baru dibentuk pada awal tahun 2012 mendatang, masyarakat Gorontalo harus menerima kenyataan pahit bahwa tidak akan ada hal-hal baru, ide-ide baru dan konsep-konsep baru yang bisa dirasakan manfaatnya secara langsung, karena memang pemerintahan dua tahun kedepan tidak memiliki terobosan yang berarti, tidak memiliki greget untuk bisa memajukan Gorontalo, kalaupun ada terobosan yang dilakukan oleh pemerintahan, motivasinya pun layak dipertanyakan karena sudah dapat dipastikan ada tendensi politik didalamnya. Tidak ada nilai ketulusan untuk membangun Gorontalo lebih baik lagi.

Kondisi pemerintahan yang MISKIN INOVASI ini harus segera diakhiri dengan cara-cara demokratis. Untuk itu tahun akhir tahun 2011 saat Pilgub digelar adalah moment yang sangat tepat untuk menentukan pemimpin yang kredible, pemimpin yang kaya inovasi, pemimpin yang mampu melakukan terobosan-terobosan mengangkat dan memberdayakan potensi-potensi Gorontalo bagi kemaslahatan dan kemajuan Gorontalo dimasa mendatang.

Moment Pilgub 2011 boleh disebut sebagai moment penyelamatan Gorontalo, moment untuk melepaskan Gorontalo dari para politisi-politisi yang bermental BENALU yakni mereka yang hanya bisa memanfaatkan rakyat untuk agenda kepentingan pribadi, sementara disatu sisi ia tidak memiliki kemampuan untuk membangun dan melahirkan karya-karya besar bagi masa depan Gorontalo.

Tepat dalam memilih pemimpin pada Pilgub 2011 melepaskan rakyat Gorontalo dari kegelihasan, keresahan. Paling tidak hingga tahun 2017 mendatang, masyarakat Gorontalo tidak perlu GUSAR dengan masa depannya. Ayo, mari selamatkan Gorontalo dengan memilih pemimpin yang kredible dan kaya inovasi dan berani melakukan gebrakan-gebrakan yang cukup berarti. bagi masa depan Gorontalo

Kamis, 01 April 2010

Rusli Habibie, Membangun Gorontalo Dari Pesisir Utara





Berkarya Nyata Bukan Berkarya Kata

Sebagai Bupati definitif pertama Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Drs. Rusli Habibie menyadari betul bahwa tugas yang diembannya tidaklah ringan. Apalagi kondisi daerah yang berada di kawasan utara Gorontalo ini masih sangat minim di berbagai bidang terutama infrastruktur yang menunjang terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Tidak heran jika sejak dilantik menjadi Bupati bersama Indra Yasin, SH, MH sebagai Wakil Bupati pada 27 Oktober 2008 silam, Rusli Habibie bertekad akan bekerja keras dan menerapkan disiplin yang ketat terhadap aparatur pemerintahan daerah.

Untuk membumikan tekad, semangat dan komitmennya membangun Gorontalo Utara dari berbagai ketertinggalan tersebut pria kelahiran Gorontalo, 06 Juni 1963 ini
menggagas sebuah motto pemerintahan yakni Berkarya Nyata dan Bukan Berkarya Kata. Motto tersebut dalam setahun lebih pemerintahannya mulai terkuak dan terukir secara konkrit di tengah masyarakat.

Buktinya, Kabupaten Gorut merupakan satu-satunya daerah di Gorontalo yang dalam satu tahun lebih terkahir ini mampu menghentak dengan berbagai mega proyek seperti realisasi pembangunan jalan By Pas program Minapolitan di Kwandang dan Gentuma Raya, pembangunan pelabuhan Perikanan Nusantara di Kwandang, pembangunan akses jalan yang membentang dari Atinggola hingga Tolinggula, perbaikan maupun pembukaan akses jalan ke sentra-sentra produksi pertanian, perkebunan dan perikanan, dan pembangunan kawasan perkantoran pemerintahan di Molingkapoto adalah deretan prestasi pemerintahan Rusli Habibie melalui moto Berkarya Nyata dan bukan Berkarya Kata.

Keseluruhan program pembangunan untuk rakyat ini terwujud berkat kerja keras, pemikiran, terobosan, ide, dan gagasan konstruktif yang secara konkrit menyita perhatian berbagai kalangan. Tidak jarang, banyak politisi, LSM dan akademisi memuji performance pemerintahan Rusli Habibie yang terus saja berkiprah dan berkarya nyata bagi optimisme masa depan Gorut yang lebih baik.

Kabupaten Gorut sejak resmi dimekarkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2007, tanggal 2 Januari 2007 yang kemudian resmi memisahkan diri dari Kabupaten induk Gorontalo pada 26 April 2007, memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah, SDM yang terbatas, infrasturktur yang sangat minim dengan tingkat kemiskinan yang cukup parah dibandingkan dengan daerah lain di Gorontalo.

Kondisi ini memaksa Rusli Habibie dan pemerintahannya bekerja keras dengan disiplin yang sangat tinggi. Ia rela bolak balik Gorontalo – Jakarta untuk melakukan lobi-lobi dan pendekatan terhadap pengambil kebijakan di Jakarta untuk mendatangkan anggaran dari pusat guna membangun infrastruktur di daerahnya, disisi lain Bupati RH juga secara intensif keluar masuk kampung, desa dan kecamatan untuk menyelami keinginan, harapan dan obsesi masyarakatnya.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin, Rusli Habibie sangat terinspirasi dengan gaya dan konsep pemerintahan seniornya Dr. Ir. H. Fadel Muhammad, mantan Gubernur Gorontalo yang kini menjabat Menteri Perikanan dan Kelautan RI. Menurut Bupati RH, demikian ia biasa disapa, Fadel Muhammad merupakan sosok pemimpin yang menginspirasinya. Di mata RH, Fadel Muhammad adalah sosok pemimpin yang pekerja keras, disiplin, jujur, amanah dan berdedikasi tinggi. Fadel Muhammad menurutnya merupakan sosok pemimpin egaliter dan responsif terhadap ide dan gagasan perubahan menuju sebuah kemajuan.

Selain itu, Rusli Habibie sangat terobsesi oleh nasehat sang paman yang mantan Presiden RI Prof. Dr. Ing BJ Habibie yang pernah menasehatinya tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. Sebelum resmi menjadi Bupati Gorut, BJ Habibie pernah memberinya wejangan bahwa menjadi seorang pemimpin itu harus mempersembahkan yang terbaik bagi rakyatnya. Seorang pemimpin itu harus rela bekerja keras, disiplin, ikhlas, senantiasa menyayangi dan mencintai rakyat serta jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat. Itulah yang selalu menjiwai semangat, komitmen dan tekad Rusli Habibie sebagai seorang pemimpin (AM)

Cetuskan GERBANG EMAS



Sebagai seorang pemimpin yang telah berkomitmen memberikan yang terbaik bagi rakyatnya, Rusli Habibie dan perangkat pemerintahannya tampil all out mendorong kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Untuk mengukuhkan komitmen tersebut, Rusli Habibie dan Wakil Bupati Indra Yasin kemudian mencetuskan Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat yang disingkat GERBANG EMAS. Hebatnya lagi, dalam satu tahun pemerintahannya Gerbang Emas menjadi sebuah ikon yang mampu menyemangati seluruh stakeholder untuk fokus pada bagaimana mewujudkan komitmen membangun ekonomi masyarakat Gorut. Ikon Gerbang Emas merupakan bukti kecerdasan Rusli Habibie dan Indra Yasin sebagai top leader yang mampu menembus cakrawala pemikiran brilian yang berdampak positif ke masyarakat dalam rentang waktu yang panjang. Tidak mengherankan jika Gerbang Emas saat ini seakan menjadi ruh pembangkit optimisme untuk menggali potensi dan kekuatan menuju kemandirian.dan kemajuan. Semangat Gerbang Emas tidak hanya berorientasi pada komitmen membangun Gorontalo Utara tapi juga gebrakannya berdampak dan berimbas pada gerakan pembangunan ekonomi masyarakat Gorontalo secara keseluruhan.

Hal ini dibuktikan dengan gagasan Rusli Habibie yang mengurai dan mengungkap potensi Gorontalo yang bisa diberdayakan, mulai dari sektor pertanian, perikanan dan Kelautan, Peternakan. Bukti lainnya adalah upaya komprehensif Bupati untuk mewujudkan pembangunan akses jalan Tolinggula-Marisa Kabupaten Pohuwato dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Gentuma yang saat ini tengah dirintis oleh sang Bupati.

Melalui Gerbang Emasnya, Rusli Habibie bersama Indra Yasin terus mengukir prestasi,kinerja dan pengabdian yang tulus nan ikhlas. Di tangan kedua pemimpin ini, Gorut kian dinamis. Kinerja aparatur pemerintahan terus dibenahi dan doktrin-doktrin kerja keras, disiplin terus bergaung di kalangan aparatur pemerintahan. Mental malas dan hanya ingin dilayani yang sering melanda kalangan birokrat terus dilawan dengan berbagai kebijakan. Yang patut diapresiasi lagi adalah komitmen Rusli Habibie selama ini yang mengaku siap menjadi “pengemis” dengan melakukan lobi-lobi tingkat tinggi di Jakarta. Selama setahun pemerintahannya, Rusli Habibie terus bergerilya melakukan berbagai pendekatan dengan pejabat pengambil kebijakan di tingkat pusat guna mendatangkan dana segar bagi penguatan terhadap kebijakan pembangunan ekonomi masyarakat. Keseluruhan upaya ini merupakan wujud keseriusannya, kecintaannya dan ketulusannya membangun Kabupaten Gorontalo Utara melalui Gerbang Emasnya.

Pada prinsipnya Gerbang Emas dicetuskan dalam rangka mewujudkan Desa yang mandiri dengan cara mengembangkan sektor-sektor unggulan secara terpadu yakni Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Pekerjaan Umum, Perdagangan dan Koperasi, Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta melaksanakan pembangunan infrastruktur dasar berupa jalan, jembatan, pengairan, perumahan, (bedah kampung) dan Mahyani, Listrik, (PLTH, PLTMH, PLTA, PLTS), air bersih (pembangunan IPA IKK dan Mobil Tanki)

Komitmen Pelayanan Gerbang Emas
- Berkarya Nyata dan Bukan Berkarya Kata
- Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat di seluruh sector
- Sebagai Solusi terhadap Pengentasan Kemiskinan, pengangguran dan Ketertinggalan
- Sebagai Pendorong Semangat bagi Pemerintah, swasta dan masyarakat ke arah yang lebih baik
- Sebagai Komitmen pelayanan maksimal pemerintah terhadap rakyat
- Komitmen pelayanan Pemerintah (Gerbang Emas)
- Mendatangi mereka (rakyat)
- Mendampingi mereka
- Mencintai mereka
- Bekerja sama dengan mereka
- Melakukan yang mereka butuhkan dengan memanfaatkan sumber daya yang
mereka miliki. Ketika kebutuhan mereka terpenuhi mereka akan berkata “Kami telah berhasil melakukan sendiri “Terwujudlah Desa Yang Mandiri”

Membangun, Tanpa Membebani Rakyat



Prinsip pemerintahan Bupati Rusli Habibie dan Indra Yasin dalam setahun lebih rupanya sangat unik dan berbeda jauh dengan prinsip maupun metode yang dianut oleh pemerintah daerah lainnya.

Hal ini terbukti dengan upaya Pemerintahan Rusli Habibie yang terus mendorong pembangunan infrastruktur melalui gebrakan pembangunan yang tidak membebani rakyat. Realisasi pembangunan jalan By Pass, perbaikan akses ruas jalan di semua kecamatan dan desa, pembangunan fasilitas perkantoran pemerintahan dan fasilitas kemasyarakatan, pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah, maupun alokasi bantuan bagi warga miskin, pembangunan Mahyani, program Minapolitan, gagasan membangun PLTA di Gentuma Raya, pemberian insentif bagi aparat desa, peningkatan kesejahteraan guru dan GTT, bantuan beasiswa yang setiap tahun terus meningkat, bantuan kenderaan operasional bagi seluruh Kepala Sekolah dan pengawas, program Jamkesda yang sudah menjangkau seluruh masyarakat, pelayanan KTP Gratis bagi seluruh masyarakat serta masih banyak program konkrit lainnya dibidang kesehatan, pendidikan, perikanan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya dilakukan dengan cara tidak membebani rakyat Gorut.

Jika di daerah lain untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintahannya mengenakkan berbagai pajak dan retribusi daerah, sampai –sampai kucing dan sepeda kumbang warga pun dikenakkan retribusi, maka di Kabupaten Gorut hal itu tidak terjadi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya Perda tentang Retribusi yang dihapus dan dibatalkan selama setahun lebih Pemerintahan Rusli Habibie dan Indra Yasin.

Sebagai daerah yang baru dimekarkan, Kabupaten Gorontalo Utara diakui Bupati memang membutuhkan penanganan khusus terutama kebutuhan pembangunan infrastruktur yang sangat mendesak, namun untuk memenuhi kepentingan tersebut,Pemerintah Daerah memiliki alternatif pembangunan yang sangat elegan dan strategis melalui lobi-lobi tingkat tinggi di berbagai departemen di Jakarta, sembari mengembangkan potensi daerah dan kemandirian masyarakat.

Untuk mewujudkan dan meyakinkan hal itu di tingkat pusat, Pemerintahan Rusli Habibie menicptakan iklim pemerintahan yang “Kredible dan dapat dipercaya” sebagai modal untuk membangun.

Kepercayaan tersebut diantaranya dirintis melalui upaya menciptakan iklim pemerintahan yang bersih (Good Governance) bebas KKN, disiplin dan kinerja aparat yang tinggi serta dibarengi pula dengan berbagai terobosan maupun kebijakan yang prospektif, inovatif, kreatif dan produktif.

Hal ini didukung pula oleh gaya pemerintahan yang transparan, terbuka,elegan dan egaliter yang coba dibangun dan diimplementasikan dalam pemerintahan di Kabupaten Gorontalo Utara.

Mewujudkan Pemerintahan Yang Egaliter



Sebagai sosok yang telah ditempa oleh berbagai pengalaman dan pergulatannya di Kota besar semasa masih menjadi Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) di Bandung maupun sebagai pejabat di Industri Pesawat Terbang di Bandung selama puluhan tahun dan kemudian menekuni dunia usaha di kampung halamannya di Gorontalo, Rusli Habibie mampu menempatkan dirinya sebagai sosok yang memiliki karakteristik sebagai pemimpin yang visioner dengan gebrakan-gebrakan yang jauh lebih realistis dan efektif dalam tataran implementasi. Apalagi setelah ia tampil menjadi seorang Bupati, maka variable-variabel yang memberi penguatan terhadap komitmen kepemimpinannya kian nampak.

Sebagai seorang Pengusaha dan seorang pemimpin politik dan birokrasi Rusli Habibie dikenal sebagai sosok yang sering menerobos aturan protokoler, menyapa siapapun yang ia temui, bahkan dalam sehari ia mampu meladeni sms yang datang dari berbagai elemen. Tidak tanggung-tanggung Rusli Habibie dalam sehari menerima sekitar 350 sms yang semuanya dijawab dengan sabar di waktu-waktu senggangnya. Tidak heran jika kemudian Rusli Habibie dikenal sebagai pemimpin yang egaliter.

Menurut Rusli Habibie, dalam pemerintahan dan dunia usaha, sikap egaliter itu sangat penting, yakni mengedepankan aspek humanis dan harmonis dalam komunikasi antara level struktural. Sikap egaliter ini ungkap Ketua DPD I Golkar Provinsi Gorontalo ini harus berawal dari seorang pemimpin yang kemudian akan menurun ke seluruh aparat dan bawahannya. Egaliter dalam pemerintahan sangat penting karena darinya seorang pemimpin mudah memahami kondisi ril masyarakat atau perusahaan yang dipimpinnya sehingga terbentuk sebuah komunikasi yang transparan dan jujur. Lebih jauh lagi, pemimpin yang egaliter akan melahirkan sebuah hubungan interpersonal dimana antara pimpinan dan staf tidak ada lagi jarak yang tajam, namun sikap saling menghormati tetap terjaga. Sikap egaliter ini juga dapat berdampak terhadap peningkatan “kecerdasan emosional” yang mampu menselaraskan diri dengan orang lain dan lingkungannya (harmonizing). Sikap egaliter ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat sehingga segala ide, pemikiran dan gagasan untuk sebuah perubahan kian baik yang pada akhirnya akan cenderung mengarahkan pada setiap pribadi menjadi kreatif, inovatif dan produktif. Sikap egaliter akan semakin dibutuhkan pada era millennium saat ini karena munculnya gejala hyper competition yakni suatu persaingan yang sangat ketat. Kondisi ini dalam perkembangannya kedepan menuntut sikap egalitarian ketimbang hubungan yang terlalu mengedepankan jarak atau gap antara pimpinan dan staf (AM)

Diaspirasikan Gubernur 2012-2017




Nama Rusli Habibie di ranah politik di Gorontalo kian berkibar. Kiprahnya sebagai Ketua DPD I GolkarProvinsi Gorontalo sekaligus Bupati Gorontalo Utara seakan tak bisa dibendung lagi oleh lawan-lawan politiknya. Tidak hanya itu saja, di tataran politik dan pengambil kebijakan di tingkat pusat pun nama Rusli Habibie kian dikenal luas bahkan kinerja pemerintahannya terus saja mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Berbagai apresiasi positif dari masyarakat dan pemerintah pusat tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi karena ide, gagasan dan terobosannya membangun Kabupaten Gorontalo Utara benar-benar menyentuh kepentingan dan azas keadilan yang secara konkrit dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal ini tidak dapat dipungkiri jika melihat realitas dan indikator-indikator keberhasilan pemerintahannya bersama Wakil Bupati Indra Yasin selama setahun lebih memimpin Gorontalo Utara.

Ikon Gerakan pembangunan Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas) yang ia cetuskan mengandung makna yang prospektif dan kaya filosofi yang secara langsung maupun tidak langsung akan mengantarkan Gorut pada optimisme akan masa depan yang cemerlang.

Jika Provinsi Gorontalo sepeninggal Fadel Muhammad tidak lagi memiliki mega proyek, justru Kabupaten Gorut terus saja dipercaya oleh pemerintah pusat melaksanakan berbagai proyek yang bernilai ratusan milyar Rupiah. Pembangunan Jalan By Pass dari Pontolo Molingkapoto akan segera terwujud, Program Minapolitan di Sumalata dan Gentuma yang bernilai Rp. 100 milyar lebih siap dijalankan, program pembangunan Terminal Perikanan Nusantara di Kwandang, pembangunan kawasan perkantoran di Molingkapoto yang juga bernilai ratusan milyar segera terealisasi. Yang paling menggembirakan lagi adalah, ternyata Rusli Habibie tidak hanya mementingkan kemajuan Gorut semata tapi juga melirik daerah lainnya. Belum lama ini misalnya, ia berhasil meyakinkan Pemerintah pusat untuk membuka akses jalan Tolinggula-Marisa yang master plannya sudah akan ditenderkan tahun 2010 ini oleh Departemen Pekerjaan Umum dan Kimpraswil RI. Belum lagi upayanya mengatasi krisis listrik yang mulai digebrak dari Atinggola, pembangunan PLTA di Gentuma yang tengah dirintis merupakan deretan mega proyek sebagai wujud keberhasilan pemerintahan di Kabupaten Gorontalo Utara..
Tidak heran jika dalam kunjungannya ke daerah-daerah selaku Ketua DPD I Golkar Provinsi Gorontalo Rusli Habibie mulai diaspirasikan dan dieluk-elukkan sebagai calon Gubernur Gorontalo pada pemilihan Gubernur Gorontalo yang akan digelar akhir tahun 2011 mendatang. Semua ini merupakan bukti pengakuan masyarakat terhadap performance Rusli Habibie di kancah pemerintahan dan politik di Gorontalo. (AM)